Home Kegiatan Lembaga Peradaban Luhur (LPL) Dukung Kegiatan Sekar KOMPAK Awal 2022

Lembaga Peradaban Luhur (LPL) Dukung Kegiatan Sekar KOMPAK Awal 2022

107
0

Sebagai lembaga yang bergerak dalam pemberdayaan dan penguatan civil society, Lembaga Peradaban Luhur (LPL) kerap menyelenggarakan, memfasilitasi dan atau mendukung kegiatan organisasi masyarat terutama yang bergerak dalam masalah HAM, anti kekerasan, dan juga gender, seperti dukungan LPL kepada kegiatan Sekolah Anti Kekerasan (Sekar) yang diselenggarakan oleh Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan (KOMPAK) selama empat hari di Training Center WALHI, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Kamis s.d Mnggu, 20 s.d 23/01/2022).

Kegiatan Sekar KOMPAK ini merupakan wahana kaderisasi bagi mahasiswa atau pemuda yang ingin berkiprah di KOMPAK. Kegiatan Sekar KOMPAK kali ini diikuti oleh belasan orang dari berbagai kampus dan lembaga.

“LPL memiliki kepedulian untuk memberdayakan mahasiswa dan juga pemuda sebagai bagian dari civil society agar melalui Sekar KOMPAK ini mereka dapat memperkuat KOMPAK dalam kerja-kerja sosial, penegakan HAM dan advokasi masyarakat melalui cara-cara anti kekerasan untuk melawan kekerasan struktural dan kultural yang masih kerap terjadi di berbagai tempat di Indonesia,” ujar Kepala LPL, Rakhmad Zailani Kiki.

Menurut Rakhmad Zailani Kiki, dukungan LPL kepada kegiatan Sekar KOMPAK ini bukan hanya berbentuk bantuan dana, tapi juga memberikan materi dan pengarahan. Materi yang disampaikan oleh LPL pada Sekar KOMPAK kali ini di antaranya adalah tentang culture-bound syndrome atau sindrom budaya terikat yang merupakan khas Indonesia dan Korea dengan wujud pada amok atau amuk  yang merupakan bentuk dari kemarahan kultural yang mematikan.  Culture-bound syndrome ini kerap dijadikan alat bagi kepentingan kekuatan-kekuatan politik di Indonesia untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan struktural dan atau kekerasan kultural. Inilah yang harus menjadi perhatian para peserta.

 

Previous articleMenyoal Rasisme di Tanah Papua dari Kasus Surabaya
Next articleSaya, Romo Nug & Kandang Ayam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here